Antisipasi Covid-19, Nyepi Di Tanbu Tanpa Pawai Ogoh Ogoh

0
169
Camat Kuranji, Samsir,beserta unsur Muspika dan Lintas Sektor, MUI dan unsur lainnya dalam Tim Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan COVID-19 Kecamatan Kuranji, melakukan sosialisasi dan bertatap muka dengan pemuka-pemuka agama umat Hindu di Desa Giri Mulya dan Desa Mustika.
Batulicin,WTol – Imbas antisipasi penyebaran Covid-19 juga berdampak pada perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu di Tanah Bumbu yang berada di Desa Giri Mulya dan Desa Mustika Kecamatan Kuranji.
Salah satu rangkaian kegiatan perayaan Nyepi adalah arak arakan Ogoh-ogoh yang melibatkan orang banyak pada perayaan nyepi tahun ini terpaksa ditiadakan.
Hal ini terpaksa dilakukan sebagai salah satu upaya untuk antisipasi dan pencegahan serta upaya Pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19.
Meskipun dengan pertimbangan yang berat, karena berkaitan dengan ritual keagamaan dan sosial budaya lainnya, tetapi demi kepentingan kemanusiaan yang harus di junjung tinggi, maka Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus mengambil sikap.
Camat Kuranji beserta unsur Muspika dan Lintas Sektor, MUI dan lainnya yang tergabung dalam Satuan Tim Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan COVID-19 Kecamatan Kuranji, melakukan sosialisasi dan bertatap muka dengan pemuka-pemuka agama umat Hindu di Desa Giri Mulya dan Desa Mustika.
Kepada para pemuka agama dan adat di kedua Desa tersebut, Tim Gugus Tugas menyampaikan permohonan maaf dan mengharapkan kesadaran dan kearifan dari seluruh masyarakat atas edaran serta keputusan dari Pemerintah terkait situasi dan kondisi saat ini.
“Saat ini kita semua tengah berada dalam masa-masa yang sulit karena adanya wabah ini, sehingga berbagai upaya harus dilakukan untuk seminimal mungkin tidak jatuh korban dimasyarakat,” ujar Camat Kuranji Samsir didampingi Kapolsek Kuranji yang secara bergantian menyampaikan sosialisasi kepada tokoh agama Hindu di Desa Giri Mulya dan Desa Mustika.
Sebagai bentuk jaminan kebebasan umat beragama menjalankan ibadahnya, maka kepada umat Hindu di Desa Giri Mulya dan Desa Mustika, dipersilahkan melaksanakan rangkaian ibadahnya dengan sederhana dan singkat.
Melakukan ritual-ritual wajibnya dengan tetap mengindahkan peringatan dan aturan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam edaran Pemerintah, memperhatikan standar operasional prosedur, menjaga jarak antara satu dengan lainnya, menyiapkan air dan sabun untuk mencuci tangan pada saat sebelum masuk dan akan keluar dari tempat atau rumah ibadah.
Selain konsentrasi pada pelaksanaan hari raya Nyepi di dua desa tersebut, kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan penyampaian himbauan melalui pengeras suara ke rumah-rumah warga sampai ke pelosok-pelosok desa.
Tidak lupa Tim Gugus Tugas juga memberikan edukasi kepada salah satu warga di Desa Mustika yang baru kembali dari mengikuti Pelaksanaan Ijtima Umat Islam di Sulawesi Selatan.
Kepada warga tersebut diberikan pemahaman agar mengikuti prosedur dan himbauan Pemerintah untuk mengkarantina diri sendiri (self quarantine) selama 14 (empat belas) hari sejak kedatangannya.
Meskipun melalui hasil pemeriksaan dari petugas kesehatan Puskesmas Giri Mulya warga tersebut dinyatakan sehat, tetapi proses karantina diri harus dilakukan.
Turut serta memberikan himbauan kepada masyarakat, Ketua Umum MUI Kecamatan Kuranji, menghimbau khususnya yang beragama Islam,  agar memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, bersedekah, memperbanyak membaca sholawat  Burdah dan amaliyah lainnya, semoga Allah segera mengangkat musibah ini dari dunia.
Kegiatan Tim Gugus Tugas kemudian dilanjutkan ke Desa Waringin Tunggal untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
Wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here