Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyari bersahabat saat Nyantri Bareng

0
60
Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyari bersahabat saat nyantri bareng. (Foto: Istimewa).
Jakarta – Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyari bersahabat saat nyantri bareng. Mereka menimba ilmu kepada guru yang sama dan syiar Islam keduanya saling melengkapi satu sama lain.
Kedua ulama besar ini, Ahmad Dahlan dan Hasyim Ashari bersahabat saat nyantri ke KH Soleh Darat di Semarang. Kisah keduanya ditulis dalam buku KH Ahmad Dahlan Sang Penyantun (2018) oleh Imron Musthofa.
Persahabatan keduanya terjalin sejak mereka berdua nyantri bareng. Ketika itu Kyai Dahlan berusia 16 tahun, sementara Kyai Hasyim berumur 14 tahun.
Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyari bersahabat. Kyai Hasyim memanggil Kyai Dahlan dengan sebutan ‘Mas’ atau kakak. Sebaliknya, Kyai Dahlan memanggil Kyai Hasyim adik.
Keduanya menimba ilmu agama kepada KH Soleh Darat sekitar dua tahun lamanya sebelum akhirnya berpisah untuk mendalami Islam dan bertemu kembali saat belajar di Mekkah.
Suatu saat pada 1921, Ahmad Dahlan melakukan perjalanan dakwah ke Surabaya, Jawa Timur. Kunjungannya tersebut diketahui oleh Kyai Mas Mansur, murid Kyai Hasyim Asyari.
Kyai Mas Mansur saat itu langsung menjemput Kyai Ahmad Dahlan dan mempersilahkan beliau menginap di rumahnya. Pada pertemuan itulah Dahlan bertanya tentang kabar Hasyim Asyari.
“Bagaimana kabar Kyai Hasyim Asyari? Beliau sehat,” tanya Ahmad Dahlan.
“Insyaallah, Kyai. Kami sudah cukup lama tidak bertemu. Tetapi, dari cerita kawan-kawan, beliau dalam keadaan sehat walafiat,” jawab Mas Mansur sebagaimana ditulis Imron dikutip Muhammadiyah Online.
Kyai Ahmad Dahlan juga menanyakan perkembangan Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang milik Kyai Hasyim beserta kekagumannya pada beliau.
Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyari bersahabat dan kini sama-sama menjadi pendiri organisasi ummat. Yakni Muhammadiyah dan Nadhlatul Ulama atau NU.
Muhammadiyah mengambil segmentasi dakwah perkotaan yang berpusat di Kauman, Yogyakarta. Konsep dakwah yang dijalankannya yakni modernisasi gerakan Islam dan purifikasi idelogi dari unsur-unsur kemusyrikan.
Ahmad Dahlan memantapkan dakwah tauhid dengan mendirikan sekolah-sekolah, lembaga sosial, dan amal usaha. Sementara sahabtnya, Hasyim Asyari memulai dakwah dari kawasan ‘hitam’ atau daerah Tebuireng Jombang dan mendirikan pesantren.
*Langit7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here