Ada Kapal ‘Raksasa’, Ekspor dari Lampung Tak Perlu Mampir Singapura

0
122

Lampung – Kapal ‘raksasa’ MV Balthasar Schulte bersandar di Terminal Petikemas Pelabuhan Panjang. Kapal dengan panjang 261 meter berkapasitas 4250 TEUs ini merupakan kapal petikemas terpanjang yang pernah singgah di dermaga yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC cabang Panjang.

SVP Pelayanan Terminal Pelindo II David Sirait mengatakan dengan adanya kapal ‘raksasa’ ini, maka pengiriman logistik dari wilayah Lampung tak perlu lagi transit di Singapura. Kapal ini bisa membawa pengiriman langsung ke negara tujuan ekspor.

“Jadi barang-barang ekspor yang tadinya ke Singapura dulu bisa langsung ke tujuan pembeli,” kata David di Pelabuhan Panjang, Lampung, Selasa (26/3/2019).

Dengan begitu, kata David, maka kapal yang dioperasikan oleh Sealand Maersk dapat melakukan pengiriman logistik menjadi lebih efisien. Secara otomatis pengiriman barang akan lebih murah dan cepat.

“Ini sesuai arahan pemerintah untuk turunkan biaya logistik. Kalau ke Singapura ada cost tambahan US$ 200-250 per kontainer. Jadi ada kapal besar tarif lebih murah, tidak mampir dulu ke Singapura, dan waktu lebih cepat,” jelasnya.

David juga mengatakan, kedatangan kapal ‘raksasa’ ini membuktikan bahwa Pelabuhan Panjang dapat melayani kapal dengan Panjang 261 meter dimana kapal tersebut melayani shipment Intern Asia secara langsung dan longterm dengan rute secara langsung melayani rute dari Panjang ke Kaohsiung (Taiwan), Busan (Korea), dan Shanghai (Cina).

Sementara itu Country Manager Sealand Joshua mengatakan bahwa Sealand berkembang di pelabuhan Panjang sejak kami pertama kali memasuki pasar pada tahun 2009 (saat itu masih dikenal sebagai MCC). 

“Kami percaya bahwa layanan baru kami yang ditingkatkan yang menghubungkan Panjang secara langsung ke China, Korea Selatan dan Rusia akan memberikan pelanggan konektivitas baru dan akan mendukung perdagangan internasional tidak hanya untuk Provinsi Lampung, tetapi juga bagian selatan Sumatera,” jelasnya.

Layanan baru ini memiliki kapal terbesar yang yang sandar di Pelabuhan Panjang dan merupakan satu-satunya layanan yang secara langsung melayani rute dari Panjang ke Kaohsiung (Taiwan), Busan (Korea), dan Shanghai (Cina). 

“Demikian juga dengan rute ini mampu membawa lebih banyak ekspor dari Provinsi Lampung dan dan Sumatera Bagian Selatan dengan peningkatan sekitar 167% dalam ruang kapal dan 46% peningkatan dalam kapasitas reefer dan pengurangan hingga 69% dalam waktu transit,” tutur Jhosua.

Sumber : Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here