Abdul Azis Minta Maaf Atas Disertasinya Seks di Luar Nikah

0
86
Yogyakarta – Penulis disertasi berjudul “Konsep Milk Al Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non Marital”, Abdul Aziz, akhirnya meminta maaf.
Mahasiswa S3 Universitas Islam Negeri ( UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengakui kesalahannya dan berjanji akan merevisi disertasi yang dia tulis. Selain memantik kontroversi, disertasi Abdul Aziz juga membuat almamaternya dicap buruk karena meloloskan penelitian berkonsep liberalisme.
Pihak UIN Sunan Kalijaga terpaksa menggelar jumpa pers kali kedua. Jumpa pers pertama, promotor dan semua tim penguji memberi kritik atas konsep Syahrur tersebut. Rektor UIN Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi ikut membenarkan adanya kekeliruan dalam disertasi itu.
Baca Juga : Tegas! Tanggapi Disertasi Abdul Aziz, Buya Yahya: Halalkan Seks di Luar Nikah, Murtad!
Namun, Abdul Aziz malah secara terang-terangan berharap agar konsep yang dia tulis itu memberi kontribusi dalam pembaruan hukum pidana Islam. Wawancara live lewat TVOne itu malah membuat dia blunder. Hujan kritik mengalir deras dari berbagai Ormas Islam serta akademisi dan pemikir Islam.
UIN Sunan Kalijaga akhirnya menggelar lagi konferensi pers untuk kedua kalinya. Pascasarjana UIN memfasilitasi Abdul Aziz untuk memberikan pernyataan secara lisan dan tertulis.
Abdul Aziz meminta maaf kepada publik atas disertasinya. Dia juga berterima kasih atas saran dan kritik publik terkait pemikiran Muhammad Syahrur yang keluar dari koridor syariat Islam.
Baca Juga : Penataan Arsip SKPD,Dispersip Bentuk Arisan Kearsiapan.
Abdul Aziz berjanji akan mengikuti prosedur kampus selanjutnya. Yang pasti, dia akan merevisi tulisannya sesuai rekomendasi dari para penguji.
“Saya akan merevisi disertasi tersebut, berdasarkan kritik dan saran dari para promotor dan penguji dalam ujian terbuka, termasuk mengubah judul disertasi ini,” katanya.
Pertama, perubahan akan dilakukan pada judul, menjadi ‘Problematika Konsep Milk al Yamin dalam Pemikiran Muhammad Syahrur’. Saran perbaikan itu juga disampaikan Rektor UIN sebelumnya.
Kedua, dia akan menghilangkan beberapa bagian yang kontroversial di dalam disertasi itu. Namun, soal abstrak disertasinya yang juga dinilai bermasalah, tidak dijelaskan akan direvisi atau tidak.
Baca Juga : Terima Kunjungan Santri Tahfidz Laedership, Bupati Tanbu Pesankan Hal Ini.
Sebelumnya, anggota Majelis Tafkir Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) Ustaz Wildan Hasan mendesak disertasi itu direvisi. Alasannya, tujuannya sangat jelas untuk mengaburkan konsep Milkul Yamin.
“Apakah benar tulisan Abdul Aziz dalam rangka mengkritik pemikiran Syahrur? Membuktikan bahwa konsep Milkul Yamin versi Syahrur itu keliru? Atau menyatakan bahwa nikah nonmarital itu sah secara agama atas dasar konsep milkul yaminnya Syahrur?,” katanya.
Para tim penguji UIN Yogyakarta juga ikut mengkritik konsep Muhammad Syahrur terkait Milkul Yamin.
Para penguji yang meloloskan disertasi kontroversial itu pada dasarnya tidak setuju dengan konsep tersebut.
Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menganggap lulusnya disertasi Abdul Aziz adalah musibah. Tak hanya bagi UIN Sunan Kalijaga, tapi juga bagi umat Islam secara keseluruhan. Konsep yang diangkat Aziz dianggap sebagai upaya melegalkan perzinaan.
Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi menyatakan, abstraksi disertasi Abdul Aziz menunjukkan esensi desertasinya.
“Alinea kedua abstraksi tegas menyatakan kajian ini untuk mencari justifikasi seks nonmarital alias di luar nikah. Jadi disertasi ini lebih kepada amal tabriri dibanding amal ‘ilmi,” kata TGB di Jakarta, Senin (2/9).
TGB mengatakan, memperluas makna Milkul Yamin selain budak rampasan perang adalah kecerobohan sekaligus kebodohan.
Persis seperti kecerobohan dan kebodohan Syahrur dalam menafsirkan banyak kosa kata dan istilah dalam Alquran.
Sumber Makassarinside.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here