6 Fakta Menarik tentang Samarinda yang Punya Masjid Termegah Kedua di Asia Tenggara

0
104
Selain ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda juga menjadi kota dengan penduduk terbanyak di Pulau Kalimantan, yakni sekitar 900 ribu jiwa.
Samarinda memiliki luas wilayah sebesar 718 kilometer persegi yang terdiri dari 10 kecamatan dan 59 desa/kelurahan.
Luas wilayah yang hanya sebesar 0,56 persen dari luas Kalimantan Timur, menjadikan kota ini sebagai wilayah terkecil ketiga setelah Kota Bontang dan Balikpapan.
Sebelum dikenal dengan nama Samarinda, wilayah ini termasuk ke dalam Kerajaan Kutai Kartanegara yang berdiri pada 1300 M.
Nama Samarinda berasal dari bahasa Banjar, yakni gabungan kata ‘sama’ dan ‘rinda’ yang berarti permukaan tanah yang tetap rendah serta tidak bergerak.
Sejarah lain juga menyebut bahwa penamaan Samarinda berdasarkan persamaan ukuran tinggi rumah rakit atau rumah apung yang dimiliki suku Bugis Wajo di Samarinda.
Dahulu, rumah apung sengaja dibuat dengan tinggi yang sama. Maka dari itu disebut dengan istilah ‘sama-rendah’, yang kemudian menjadi
Samarinda.
Tak hanya itu, terdapat beberapa fakta menarik lainnya dari Kota Samarinda, seperti dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.
1. Masjid Terbesar Kedua di Asia Tenggara
Kemegahan bangunan berkubah besar dan menara yang menjulang tinggi menjadikan Masjid Islamic Center sebagai masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal.
Tampilan yang megah ini bergaya arsitektur khas Turki dengan mengombinasikan unsur Eropa, Timur Tengah, dan Indonesia.
Bangunan ini memiliki tujuh menara dengan menara utama setinggi 99 meter yang menandakan jumlah asmaul husna. Sedangkan, enam menara lainnya adalah simbolis rukun iman.
Bangunan utama masjid tersebut memiliki 33 anak tangga yang dimaknai sebagai jumlah tasbih. Setelah melewati anak tangga tersebut, menara utama akan menyajikan beduk raksasa yang terletak di tengah ruangan masjid.
2. Makanan Khas Daging Masak Bumi Hangus
Daging Masak Bumi Hangus adalah makanan khas Samarinda dengan bahan utama daging. Daging sapi yang digunakan untuk makanan ini dimasak dalam waktu yang cukup lama dengan bumbu kecap hingga berwarna hitam.
Warna hitam dari kecap itulah yang membuat makanan ini bernama Daging Masak Bumi Hangus. Hitam yang legam dan aroma kuat dari bumbu-bumbu menyerap ketika dimasak menjadi ciri khas dari makanan khas Samarinda tersebut.
3. Jembatan Penghubung Dua Wilayah
Pemandangan antrean batu bara terlihat di Sungai Mahakam, persisnya di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sudah sepekan terakhir puluhan kapal tongkang batu bara berjajar di sepanjang aliran sungai. (Liputan6.com/ Abdul Jalil
Jembatan Mahakam adalah jembatan yang berfungsi sebagai penghubung sekaligus jalur transportasi bagi masyarakat. Jembatan ini menghubungkan kota Samarinda dengan Samarinda Seberang yang dipisahkan oleh Sungai Mahakam.
Jambatan ini memiliki panjang 400 meter yang dibagi menjadi beberapa bentang dengan ditopang oleh lima pilar. Pembangunan jembatan menjadi salah satu proyek kebanggaan Presiden Soeharto dan konstruksi jembatan menggunakan rangka baja sistem Hollandia Kloos yang berasal dari Belanda.
4. Rumah Adat yang Dihuni Puluhan Orang
Rumah Lamin adalah rumah adat suku Dayak yang menjadi rumah adat Kalimantan Timur pertama. Rumah ini berbentuk rumah panggung yang panjang dan sambung menyambung terdiri dari banyak kamar. Panjang rumah ini mencapai 300 meter dengan lebar 15 meter dan tinggi kurang lebih 3 meter.
Rumah Lamin biasanya terbuat dari kayu ulin dan kayu besi yang cukup kuat serta tahan lama. Rumah ini menjadi identitas bagi masyarakat Suku Dayak. Ukuran rumah yang memanjang membuat rumah tersebut dapat dihuni oleh 25 hingga 30 kepala keluarga dan mampu menampung sekitar 100 orang.
Liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here