338 Orang Asing Asal 39 Negara,Berdiam Di Kalsel

0
354
Kadiv Imigrasi kalsel,Dodi Karnida bersama WNA Palestina
Banjarmasin,WTOL – Sebanyak 338 Warga Negara Asing (WNA) dari 39 Negara diberikan Izin Tinggal di Kalimantan Selatan oleh keimigrasian Kalimantan Selatan.Jumlah tersebut berdasarkan data keimigrasian Kalsel,per 11 Januari 2019.
Kepala Divisi Keimigrasian Kalimantan Selatan,Dodi Karnida,dalam keterangan persnya,Minggu (13/1/19) mengatakan,mayoritas izin tinggal tersebut dikeluarkan Kanim Banjarmasin dengan wilayah kerja meliputi 11 kabupaten/kota, sedangkan dari Kanim Batulicin jumlahnya relatif sedikit karena wilayah kerjanya hanya meliputi Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu saja.
“Yang terbanyak diantaranya adalah warga negara RRT sebanyak 113 orang,Korea Selatan 42 orang dan Malaysia 31 orang,mereka umumnya adalah tenaga ahli kontruksi,perindustrian perdagangan,ada juga tenaga ahli pertambangan,perkebunan dan Quality control,”ucapnya
Data tersebut berdasarkan sistem yang dimiliki keimigrasian kalsel melalui Statistik Pemegang Izin Tinggal Kunjungan (ITK=29), Izin Tinggal Terbatas (ITAS=277) dan Izin Tinggal Tetap (ITAP=17).
“ITK diberikan kepada WNA yang memiliki visa untuk berkunjung maksimal 6 bulan, ITAS untuk 1 atau 2 tahun yaitu bagi pelajar, mahasiswa, TKA, ikut pasangan/orang tua dan ITAP untuk investor atau pasangan,”tambahnya
Menurut Dodi,dalam hal WNA pemegang ITAP yang berjumlah 17 orang,umumnya adalah pasangan dari WNI dimana WNA tersebut berstatus sebagai Penduduk Tetap dan izin tinggalnya berlaku seumur hidup, namun jika WNA tersebut ingin menjadi WNI, maka yang bersangkutan harus mengajukan permohonan pewarganegaraan (naturalisasi).
Sementara itu diluar pemegang ITAP itu sendiri, saat ini keimigrasian kalsel mencatat ada 12 orang yang ingin menjadi WNI,yang saat ini masih dalam proses kelengkapan persyaratan yang dimiliki mereka.
“Setelah kantor imigrasi menerbitkan Surat Keterangan Keimigrasian (SKIM) yang bersumber dari ITAS atau ITAP, maka permohonan pewarganegaraan disampaikan ke Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham untuk diteruskan ke Direktorat Jenderal Administrasi Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM,”jelasnya
Dodi merinci, dari 338 WNA tersebut,sebanyak 203 orang sebagai TKA yaitu 94 orang TKA Ahli, 35 TKA Bidang Konstruksi dan Bangunan, 29 orang TKA Bidang Perindustrian, 13 orang TKA Bidang Pertambangan dan Penggalian, 11 orang TKA Bidang Perdagangan, 8 orang TKA Bidang Perkebunan, 5 orang TKA Bidang Transportasi, 4 orang TKA Auditor/Quality Control, 3 orang TKA Profesi Menerima Bayaran dan 1 orang TKA Olahraga Profesional.
“Dengan Sistim Informasi Keimigrasian (SIMKIM) kita dapat melihat bahwa banyak profesi yang masih ditempati oleh para TKA dan ini tentu saja merupakan tantangan tersendiri bagi kesiapan kita bangsa Indonesia dalam era globalisasi apalagi saat ini kita sudah memasuki era Revolusi Teknologi Industri 4.0,”pungkasnya
Wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here