15 Situs Sejarah Di Tanbu Diusulkan Jadi Cagar Budaya

0
322
Batulicin – Pemerintah Kab Tanah Bumbu berencana menetapkan sejumlah situs budaya yang ada di Tanah Bumbu menjadi Cagar budaya pada tahun 2022.
Saat ini,setidaknya terdapat 15 cagar budaya yang ada di Tanah Bumbu yang sampai saat ini belum ditetapkan menjadi cagar budaya.
Kepala Seksi Sarana Prasarana Kebudayaan, Disdikbud Kab Tanah Bumbu,Akhmad Kusasi mengungkapkan, belum ditetapkannya cagar budaya tersebut karena belum adanya tim ahli cagar budaya di Tanah Bumbu.
“Salah satu syarat untuk pembentukan tim ahli cagar budaya ini sendiri harus memiliki sertifikasi,” ujar Kusasi
Ia menjelaskan, saat ini Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tengah dalam proses pengusulan ke kementerian melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan.
“Nantinya akan dipanggil kemudian dilatih dan didiklat setelah itu tim cagar budaya tersebut bisa mengajukan rekomendasi dari Bupati untuk proses penetapan 15 cagar budaya tersebut,” imbuhnya
Berikut 15 cagar budaya tersebut diantaranya, situs Makam Raja-Raja Pagatan, Makam Haji Toa, Makam Syekh Arsyad Kubah Pagatan, Makam Pahlawan, Tugu Perjuangan, Benteng Pertahanan di Desa Mattone, Meriam di depan SD Swasta Muhammadiyah dan Mercusuar di Pantai Tanjung Petang Kusan Hilir.
Selanjutnya Situs sejarah lainnya yakni Makam Syekh Sahabuddin, Makam Syarif Ali dan Meriam yang terletak di Kecamatan Sungai Loban.
Kemudian di Kecamatan Kusan Hulu di Pacakan ada Makam Syekh Muhammad Nafis dan Makam Syekh Habib Mancung.Kemudian Kecamatan Batulicin ada Makam Sayyid Akhmad tepatnya di Keluruhan Batulicin.
Berikutnya Wisata Goa Liang Bangkai yang didalamnya memiliki fosil dari makam tua di Kecamatan Mantewe.
Menariknya, setelah ditetapkan nantinya 15 cagar budaya tersebut akan dikembangkan, diantaranya destinasi wisata Goa Liang Bangkai baik lokal maupun mancanegara sebagai objek penelitian dan ilmu pengetahuan.
Zd/wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here