10 Desa Lokus Stunting Di Tanbu Ikuti Orientasi Penguatan Posyandu Desa Cegah Stunting

0
211
Batulicin,Wtol – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu, HM Damrah,mengatakan ada 10 Desa di Kabupaten Tanah Bumbu yang menjadi lokus utama penanganan Stunting.
“10 desa tersebut tersebar di 4 Kecamatan,”terang Damrah,disela kegiatan Orientasi penguatan Posyandu Pemberdayaan Masyarakat Cegah Stunting, di Gedung Sekretariat PKK, Kapet,Selasa (27/08/19)
Desa tersebut adalah Desa Al Kautsar, Desa Pandamaran Jaya dan Desa Setarap di Kecamatan Satui.
Desa Muara Pagatan Tengah,Desa Batuah, Desa Rantau Panjang Hilir dan Desa Pagaruyuung di Kecamatan Kusan Hilir.
Baca Juga : Hingga Agustus 2019,P2TP2A Tanbu Telah Tangani 5 Kasus Kekerasan Anak
Sementara di Kecamatan Batulicin ada tiga desa yakni Desa Maju Makmur, Madu retno dan Desa Kuranji
Dikatakan,10 desa lokus stunting tersebut merupakan desa sasaran penanganan stunting di Tanah Bumbu pada tahun 2019 ini. Sedangkan untuk tahun 2020 mendatang ada sebanyak 28 desa lokus stunting
Menurut Damrah,Tanah Bumbu merupakan satu dari 160 Kabupaten lokus stunting Nasional dimana dalam penanganan pencegahan stunting dilaksnakan melalui pendampingan dari Kementerian Kesehatan,Kementerian Dalam Negeri dan Bappenas
” Tanah Bumbu sendiri didampingi Fasilitator dari Univerisitas Lampung (Unila) dalam pendampingan pencegahan stunting,” terangnya
Baca Juga : Harapan Bupati Atas Pelantikan 35 Anggota DPRD Tanbu 2019-2024
Pendampingan tersebut telah dimulai dari tahap awal hingga monitoring pelaksanaan lokus stunting sampai akhir tahun ini.
“Salah satunya yang dilaksanakan hari ini yakni penguatan posyandu desa,jadi bagaimana para kader posyandu ini bisa mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas dan sarana kesehatan yang ada di Posyandu,”
Di posyandu masyarakat bisa memonitor pertumbuhan bayi saat masih dalam kandungan hingga pasca persalinan dan masa pertumbuhan anak.
“Karena itu, kalau para ibu aktif ke posyandu secara berkala, maka dipastikan gizi ibu dan anak akan terjaga dengan baik. Kalaupun ada gejala kekurangan gizi maka bisa segera diatasi melalui pemberian asupan makanan tambahan maupun vitamin yang diberikan secara gratis oleh kader posyandu,”pungkasnya.
Dirinya optimis jika para ibu di Tanah Bumbu aktif ke posyandu, maka masalah balita stunting bisa ditekan sekecil mungkin.
Wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here